PMW 2013 (Program Mahasiswa Wirausaha)

PEDOMAN
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)
TAHUN 2013
DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
i
KATA PENGANTAR
Sebagai pelengkap program-program yang telah ada sebelumnya, sejak tahun 2009 Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) untuk dilaksanakan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi. Program tersebut dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) hasil diseleksi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dengan alokasi dana yang berbeda-beda.
PMW bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha (entrepreneurship) berbasis Ipteks kepada para mahasiswa agar dapat mengubah pola pikir (mindset) dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) serta menjadi pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global. Dalam rangka keberlanjutan, program ini juga bertujuan mendorong kelembagaan pada perguruan tinggi yang dapat mendukung pengembangan program-program kewirausahaan. Sebagai hasil akhir, diharapkan terjadinya penurunan angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi.
Keberhasilan program ini setidak-tidaknya dilihat dari tiga indikator, yaitu jumlah mahasiswa yang berhasil menjalankan usaha (sebagai wirausaha), terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi, dan terbentuknya lembaga pengembangan pendidikan kewirausahaan yang tangguh dan mandiri yang mengkordinasikan berbagai kegiatan terkait kewirausahaan di perguruan tinggi.
Pedoman PMW diperbaiki setiap tahun berdasarkan berbagai masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak serta pengalaman pelaksanaan PMW tahun-tahun sebelumnya. Diharapkan pedoman ini dapat membantu perguruan tinggi dalam merencanakan dan mengimplementasikan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada tahun 2013 dengan lebih efektif dan efisien dengan capaian optimal, yang sekaligus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan alokasi dana berbasis kinerja pada tahun anggaran berikutnya.
Jakarta, Februari 2013
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Illah Sailah
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I 1
LATAR BELAKANG ……………………………………………………………………………….. 1
BAB II 3
LANDASAN PROGRAM ………………………………………………………………………….. 3
BAB III 5
TUJUAN DAN MANFAAT ……………………………………………………………………….. 5
A. Tujuan ……………………………………………………………………………………………….. 5
B. Manfaat ……………………………………………………………………………………………… 5
BAB IV 6
KONSEP PROGRAM ……………………………………………………………………………….. 6
A. Kedudukan …………………………………………………………………………………………. 6
B. Mekanisme …………………………………………………………………………………………. 6
C. Persyaratan bagi mahasiswa …………………………………………………………………. 7
BAB V 9
PELAKSANAAN ……………………………………………………………………………………… 9
A. Persiapan ……………………………………………………………………………………………. 9
1. Penyiapan Tim Pelaksana ……………………………………………………………… 9
2. Sosialisasi …………………………………………………………………………………….. 9
3. Seleksi …………………………………………………………………………………………. 9
B. Pembekalan ………………………………………………………………………………………. 11
1. Pelatihan …………………………………………………………………………………….. 11
2. Magang ……………………………………………………………………………………… 12
C. Menjalankan Usaha ……………………………………………………………………………. 12
1. Pencairan modal ………………………………………………………………………….. 12
2. Pendampingan …………………………………………………………………………….. 12
3. Monitoring dan Evaluasi Usaha …………………………………………………….. 14
BAB VI 16
SKEMA PEMBIAYAAN DAN MODAL USAHA ……………………………………… 16
A. Skema Pembiayaan ……………………………………………………………………………. 16
B. Modal Usaha …………………………………………………………………………………….. 16
iii
BAB VII 18
PIHAK YANG TERLIBAT DAN PERAN MASING-MASING …………………… 18
A. Perguruan Tinggi sebagai pengelola program melakukan: ………………………. 18
B. Mahasiswa peserta PMW wajib: ………………………………………………………….. 18
C. Dosen/Mentor melakukan: ………………………………………………………………….. 18
D. Pengusaha (UKM/UMKM): ……………………………………………………………….. 18
BAB VIII 19
INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM ……………………………………………. 19
A. Mahasiswa Wirausaha dan Unit Bisnis …………………………………………………. 19
B. Model Pendidikan Kewirausahaan……………………………………………………….. 19
C. Lembaga Pengelola Kewirausahaan Perguruan Tinggi …………………………… 19
BAB IX 20
PELAPORAN, MONITORING DAN EVALUASI ……………………………………… 20
A. Tujuan Pelaporan ………………………………………………………………………………. 20
B. Jenis Pelaporan ………………………………………………………………………………….. 20
C. Garis Besar Dan Format Laporan ………………………………………………………… 20
BAB IX 24
KEBERLANJUTAN PROGRAM ……………………………………………………………… 24
LAMPIRAN ……………………………………………………………………………………………. 25
Lampiran 1. Garis Besar Laporan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ……. 26
Lampiran 2. Kelengkapan lampiran yang diperlakukan ………………………………… 29
Lampiran 3. Contoh tabel-tabel…………………………………………………………………. 30
Lampiran 4. Format Monitoring Kegiatan Mahasiswa Peserta PMW ……………… 31
1
BAB I
LATAR BELAKANG
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2011)1 menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2011 mencapai 6,8% atau 8,1 juta dan persentase terbesar adalah lulusan perguruan tinggi yaitu 21,5% (9,9% Sarjana dan 11,6% Diploma). Setiap tahun pengangguran ini tetap menjadi permasalahan yang harus dicarikan penyelesaiannya. Belum lagi kalau ditambah dengan jumlah pekerja yang tidak penuh (setengah menganggur dan paruh waktu) yang jumlahnya mencapai 34,19% dari jumlah angkatan kerja.
Kondisi tersebut di atas didukung pula oleh kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi cenderung lebih sebagai pencari kerja (job seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal ini kemungkinan disebabkan sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini masih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukannya lulusan yang siap menciptakan pekerjaan. Disamping itu, aktivitas kewirausahaan (entrepreneurial activity) yang relatif masih rendah. Entrepreneurial activity diterjemahkan sebagai individu aktif dalam memulai bisnis baru dan dinyatakan dalam persen total penduduk aktif bekerja. Semakin tinggi indek Entrepreneurial activity maka semakin tinggi Entrepreneurship level suatu negara (Boulton dan Turner, 2005)2.
Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan berbagai kebijakan dan program. Salah satu program yang telah dikembangkan adalah program Co-op (Cooperative Education Program) sejak tahun 1998. Kemudian, dengan tujuan untuk membentuk wirausaha melalui pendidikan tinggi, mulai tahun 2003 dikembangkan program Co-op yang memberikan kesempatan belajar bekerja secara terpadu pada UKM kemudian pada UMKM. Sampai dengan tahun 2011, program Co-op di UKM telah diikuti sebanyak 1.792 mahasiswa dari 59 perguruan tinggi selama 3 tahun.
Agar program kewirausahaan dapat berjalan secara berkesinambungan di perguruan tinggi serta mempunyai sistem pengelolaan yang terencana dengan sistematis dan progresif, di masing-masing perguruan tinggi harus terus meningkatkan peran lembaga khusus pengembangan pusat kewirausahaan serta produktivitas nasional. Lembaga ini diharapkan secara sistematis dapat mengubah dan atau memperbaiki kualitas sistem pendidikan atau pembelajaran yang ada sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan keahlian di dalam ilmunya, tetapi juga mampu memanfaatkan dan mengolah ilmunya bagi
1 Berita Resmi Statistik. Badan Pusat Statistik No. 74/11/Th. XIV, 7 November 2011
2 Mastering Business in Asia: Entrepreneurship |Chris Boulton & Patrick Turner | Wiley MBA Publications Reproduced
2
peningkatan nilai sumber daya yang tersedia di masyarakat bagi kesejahteraannya sendiri maupun kesejahteraan masyarakat dan bangsa.
Kebijakan dan program dan peningkatan peran yang mendorong penguatan kelembagaan kewirausahaan dalam meningkatkan akualitas pembelajaran dan aktivitas berwirausaha dan percepatan pertumbuhan wirausaha–wirausaha baru dengan basis Ipteks sangat diperlukan. Atas dasar pemikiran tersebut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengembangkan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), sebagai bagian dari strategi pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha dan memulai usaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan serta keberlanjutan usaha. Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan.
3
BAB II
LANDASAN PROGRAM
Kewirausahaan dimaknai sebagai semangat, sikap dan perilaku atau kemampuan seseorang dalam melihat peluang, menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Kewirausahaan juga merupakan suatu proses kreativitas dan inovasi yang mempunyai risiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan. Kewirausahaan itu dapat dipelajari walaupun ada juga orang-orang tertentu yang mempunyai bakat dalam hal kewirausahaan. Strategi pendidikan yang diwujudkan dalam PMW bertujuan membentuk softskill agar berperilaku sesuai karakter wirausaha. Ada tiga tahapan dalam perkembangan teori kewirausahaan: 3
1. Teori yang mengutamakan Peluang Usaha. Teori ini disebut teori Ekonomi, yaitu perilaku wirausaha akan muncul dan berkembang apabila ada peluang ekonomi.
2. Teori yang mengutamakan tanggapan orang terhadap peluang yaitu:
a. teori Sosiologi mencoba menerangkan mengapa beberapa kelompok sosial menunjukkan tanggapan yang berbeda terhadap peluang usaha, dan
b. teori psikologi mencoba menjawab karakteristik perorangan yang membedakan wirausaha dan bukan wirausaha dan karakteristik perorangan yang membedakan wirausaha berhasil dan tidak berhasil
3. Teori yang mengutamakan hubungan antara perilaku wirausaha dengan hasilnya. Disebut dengan teori perilaku, yaitu yang mencoba memahami pola perilaku wirausaha. Kewirausahaan dapat dipelajari dan dikuasai, karena kewirausahaan pilihan kerja dan pilihan karir.
Dari ketiga teori diatas, mitos/kepercayaan bahwa “orang Indonesia itu tidak dapat menjadi wirausaha dan tidak dapat menjadi manajer” dapat diruntuhkan, karena semua kegiatan dapat dipelajari, dilatihkan, dan dapat dikuasai.
Ciri-ciri seorang wirausaha meliputi:
1. Memiliki rasa percaya diri dan mampu bersikap positif terhadap diri dan lingkungannya;
2. Berperilaku pemimpin;
3. Memiliki inisiatif, keuletan, kegigihan dan dorongan berprestasi;
4. Kreatif dan inovatif;
5. Mampu bekerja keras;
3 Drucker (1985) dalam Innovation and Entrepreneurship – New York: Harper and Row, 1985
4
6. Berpandangan luas dan memiliki visi ke depan;
7. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan;
8. Tanggap terhadap saran dan kritik.
Ciri tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai kemampuan seperti dalam memilih jenis usaha, mengelola produksi, mengembangkan pemasaran, meningkatkan pengelolaan keuangan dan permodalan, mengorganisasikan dan mengelola kelompok usaha, dan mengembangkan jalinan kemitraan usaha.
5
BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT
A. Tujuan
1. Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja;
2. Mendorong terbentuknya model pendidikan atau pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi;
3. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelembagaan pengelola program kewirausahaan di perguruan tinggi.
B. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
a. memperoleh kesempatan untuk meningkatkan soft skill;
b. memperoleh kesempatan terlibat secara langsung dalam kegiatan bisnis;
c. menumbuhkan jiwa bisnis (sense of business) sehingga memiliki keberanian untuk memulai dan mengembangkan usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu.
2. Bagi Usaha Mikro/Kecil dan Menengah (UKM/UMKM)
a. mempererat hubungan antara UKM/UMKM dengan dunia kampus; dan
b. memberikan akses terhadap informasi dan teknologi yang dimiliki perguruan tinggi.
3. Bagi Perguruan Tinggi
a. meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan;
b. mempererat hubungan antara dunia akademis dan dunia usaha, khususnya UKM/UMKM;
c. membuka jalan bagi penyesuaian kurikulum yang dapat merespon tuntutan dunia usaha; dan
d. menghasilkan wirausaha-wirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan.
6
BAB IV
KONSEP PROGRAM
A. Kedudukan
Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) merupakan salah satu program dalam sistem pembelajaran/pendidikan yang ada di perguruan tinggi. Dengan demikian, PMW harus terintegrasi dan disinergikan disinergikan dengan program-program kewirausahaan yang telah ada seperti; Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK), Program Belajar Bekerja Terpadu/Co-op, Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan program kewirausahaan lain.
B. Mekanisme
1. Pada tahap pertama perguruan tinggi pelaksana program melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa, identifikasi dan seleksi mahasiswa, pembekalan kewirausahaan, penyusunan rencana bisnis sambil magang di sebuah UKM/UMKM. Mahasiswa yang pernah mengikuti program magang kewirausahaan (Program Co-op, KKU, dan program kewirausahaan lain) atau telah menjalankan usaha dapat dibebaskan dari kewajiban magang.
2. Pada tahap kedua untuk mendapatkan dukungan permodalan dalam rangka pendirian usaha baru (business start-up) mahasiswa harus menyusun rencana bisnis yang layak. Kelayakan rencana bisnis ditentukan oleh tim seleksi yang dapat terdiri dari unsur perbankan, UKM, dan perguruan tinggi pelaksana.
3. Selama program berjalan perguruan tinggi dapat bekerjasama dengan para pengusaha kecil, menengah dan besar baik yang berbadan hukum, perseorangan, koperasi atau Perseroan Terbatas, secara individu ataupun asosiasi/perhimpunan pengusaha. Pengusaha dilibatkan secara aktif untuk memberikan bimbingan praktis wirausaha, mulai dari pendidikan dan pelatihan, magang, penyusunan rencana bisnis, dan pendampingan terpadu. Harus dihindari terjadinya persaingan yang tidak sehat antarmahasiswa dan pendamping. Diperlukan terjadinya sinergi atau komplementaritas antara jenis usaha yang dikembangkan mahasiswa tersebut dan jenis usaha pendamping.
4. Kopertis Wilayah dapat melakukan proses atau tahap sosialisasi dan seleksi rencana bisnis secara terpusat di Kopertis Wilayah. PTS yang terpilih rencana bisnisnya akan mendapatkan dana hibah langsung dari Kopertis Wilayah. Untuk program pendampingan usaha dapat diserahkan ke PTS masing-masing maupun dilakukan langsung oleh Kopertis.
5. Proses atau tahapan sosialisasi, magang sampai dengan penulisan rencana bisnis oleh mahasiswa di internal PTS dilakukan secara swadaya/swadana PTS masing-masing (terkait dengan kegiatan ini Ditjen Dikti menyediakan
7
hibah kompetisi/program Co-op untuk magang di UMKM bagi PTS yang berminat).
6. Pendirian usaha baru dapat dilakukan secara perorangan (individu) atau secara berkelompok. Jumlah modal usaha yang disediakan untuk pendirian usaha maksimal Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah) per mahasiswa. Apabila berkelompok maka jumlah anggota maksimal 5 (lima) orang dengan jumlah modal usaha maksimal Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah).
7. Modal usaha juga dimungkinkan untuk pengembangan usaha yang sedang berjalan dengan pengaturan khusus oleh perguruan tinggi.
8. Pelaksanaan pendampingan usaha dilakukan dengan kerjasama antara perguruan tinggi dan pengusaha secara individu ataupun asosiasi sehingga usaha mahasiswa dapat berkembang dengan baik.
9. Hasil akhir yang diharapkan adalah
a. terbentuk dan berkembangnya wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja;
b. terbentuknya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi; serta
c. tumbuh dan berkembangnya kelembagaan pengelola kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi.
Model program seperti diuraikan diatas terangkum dalam Skema 1 di bawah ini.
Skema 1. Model Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
C. Persyaratan bagi mahasiswa
1. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa S1 Universitas / Institut / Sekolah Tinggi dan diploma/politeknik yang telah menyelesaikan kuliah 3 semester atau minimal telah menempuh 60 SKS.
8
2. Mahasiswa yang telah memenuhi syarat di atas diharapkan menempuh seleksi yang meliputi aspek minat, motivasi berwirausaha, kelayakan usaha dan soft skills. Seleksi dilakukan oleh tim profesional yang terdiri dari unsur perguruan tinggi, pengusaha, dan perbankan. Keterlibatan pihak-pihak tersebut penting mengingat mahasiswa harus didampingi oleh mentor dari perguruan tinggi yang terlibat langsung dalam proses pendidikan kewirausahaan, sedangkan UKM/UMKM merupakan tempat magang dan yang mempunyai pengalaman praktis berusaha, dan perbankan merupakan pihak yang terkait serta berpengalaman dalam hal kelayakan finansial.
3. Mahasiswa bersedia mengikuti peraturan dan tata tertib pengelola program PMW dengan mengikuti seluruh tahapan yang dijadwalkan, kemudian setelah menerima bantuan dana secara regular memberikan laporan pertanggungjawaban perkembangan usahanya kepada pengelola.
9
BAB V
PELAKSANAAN
Sebagai strategi pendidikan, PMW harus menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa selama masa studi di Perguruan Tinggi. Agar PMW dapat menumbuhkan jiwa wirausaha pada mahasiswa, maka tahapan yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi minimal mencakup tahapan:
A. Persiapan,
B. Pembekalan, dan
C. Pelaksanaan Program.
A. Persiapan
1. Penyiapan Tim Pelaksana
Tim pelaksana ini berasal dari lembaga yang menangani kewirausahaan mahasiswa yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan atau penugasan dari pimpinan perguruan tinggi. Apabila belum ada lembaga pengelola kewirausahaan mahasiswa, maka tim pelaksana dibentuk secara ad hoc dan merupakan cikal bakal pendirian lembaga pengelola kewirausahaan mahasiswa.
Tim pelaksana bertugas untuk melakukan pengelolaan kegiatan PMW mulai dari perencanaan, pengkoordinasian, pengimlementasian dan pengawasan dan evaluasi. Tim pelaksana harus dapat menjamin terlaksananya kegiatan PMW sesesuai dengan waktu dan target yang ditetapkan dalam pedoman.
2. Sosialisasi
Target sosialisasi:
a. Para pimpinan perguruan tinggi, fakultas dan jurusan dan para dosen calon mentor dengan tujuan :
 memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi tentang PMW; serta
 menggali masukan dan dukungan dari berbagai pihak untuk kelancaran penyelenggaraan PMW.
b. Mahasiswa dengan tujuan meningkatkan minat berwirausaha sekaligus minat untuk mengikuti PMW.
3. Seleksi
Seleksi dilakukan beberapa tahap yaitu:
a. Seleksi administrasi yang bertujuan untuk melihat kesesuaian pelamar dengan ketentuan administrasi yang dipersyaratkan..
b. Seleksi proposal dan presentasi usaha, bertujuan untuk menilai kelayakan rencana usaha yang akan dijalankan dan kemampuan personal dalam
10
mengelola bisnis. Kriteria seleksi rencana usaha terdiri dari aspek keuangan, pola usaha, modal, lokasi dan manajemen usaha.
c. Reviewer pada seleksi proposal ini terdiri dari 3 pihak yaitu dari kalangan perguruan tinggi, perbankan dan pengusaha/UKM. Reviewer dari perguruan tinggi melakukan penilaian terutama pada aspek teknis dan dukungannya terhadap kelayakan dan pengembangan usaha. Pihak pengusaha/UKM melakukan penilaian terutama pada aspek peluang pasar produk yang ditawarkan mahasiswa. Mengingat telah memiliki pengalaman langsung dalam berusaha, diharapkan UKM dapat memberikan masukan dan penilaian terhadap potensi pasar. Sedangkan pihak perbankan melakukan penilaian dari sisi kelayakan finansial. Disamping itu, perbankan juga dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan usaha saat ini dan di masa yang akan datang. Contoh penilaian presentasi dan kelayakan usaha disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1 Contoh format penilaian kelayakan usaha
NO
Nama/Kelompok Pengusul
Nilai
Total Nilai
Integritas
Penguasaan Bisnis
Kesesuaian Data / Info
Motivasi dan Kepercayaan Diri
Keberanian Mengmabil Resiko
Pasar
Teknis
Organisasi
Keuangan
Saran – Saran Perbaikan :
HAL YANG PERLU DIVERIFIKASI KE LAPANGAN
SKALA PENILAIAN
7
Sangat Baik
Penilai 1
Penilai 2
5
Baik
3
Kurang Baik
1
Tidak Baik
…………….
………………
11
d. Bila memungkinkan dilakukan psikotest yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kepribadian individu peserta yang diharapkan bercirikan kemampuan berwirausaha, yaitu achievement drive, adaptibilitas, networking, komunikasi yang baik. Gambaran kepribadian individu yang diharapkan disesuaikan dengan tujuan diselenggarakannya PMW, yaitu mencetak wirausaha-wirausaha baru berpendidikan tinggi.
e. Tinjauan lapang (site visit) yang bertujuan untuk melakukan verifikasi informasi seperti keberadaan usaha, skala usaha dll.
B. Pembekalan
1. Pelatihan
a. Materi pelatihan
Sebelum pelatihan dimulai perlu dilakukan analisa kebutuhan untuk pelatihan (need assessment). Hasil analisa ini akan menentukan materidan lama waktu pelatihan. Materi pelatihan pada dasarnya dipersiapkan untuk mencapai tujuan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri untuk berwirausaha dan keterampilan berwirausaha. Dalam mendukung pelatihan ini, pelaksana perlu menyusun modul pelatihan. Modul tersebut dapat berupa materi motivasi berwirausaha, teknik penyusunan rencana bisnis, pengelolaan dan pengembangan usaha, kemitraan, manajemen keuangan, pemasaran,dll. Contoh format Satuan Acara Pelatihan disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Contoh format Satuan Acara Pelatihan
Pertemuan
Kompetensi yang Diharapkan
Pokok Bahasan
Bentuk Pembelajaran
Estimasi Waktu
b. Instruktur pelatihan
Instruktur pelatihan diharapkan orang yang mampu memberikan motivasi dan pemahaman kewirausahaan yang berasal dari kalangan dosen, praktisi, pengusaha maupun perbankan.
c. Evaluasi pelatihan
Setelah pelatihan perlu dilakukan evaluasi mengenai tingkat ketercapaian tujuan pelatihan. Instrumen evaluasi dapat berupa pre test dan post test atau metode lain yang dapat digunakan untuk menilai ketercapaian tujuan tersebut.
12
2. Magang
Magang adalah penempatan mahasiswa peserta PMW pada lembaga atau UKM dengan tujuan:
a) membuka wawasan peserta tentang usaha yang akan dijalankan
b) mendapatkan pengalaman serta pelaksanaan usaha yang akan direncanakan dan dijalankan
c) memperoleh jejaring usaha yang akan mendukung jalannya usaha, dan
d) mendapatkan informasi/keterampilan teknis tertentu yang diperlukan dalam usahanya seperti teknis produksi, pengemasan, pemasaran dll.
Pada proses ini peserta diberi kesempatan untuk magang sesuai dengan pilihan usaha mereka masing masing dan waktu magang dapat disesuaikan dengan tingkat kebutuhan mahasiswa, paling lama 2 (dua) bulan. Tempat magang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta baik di unit-unit internal perguruan tinggi maupun perusahaan-perusahaan/instansi yang ada di luar perguruan tinggi. Magang wajib dilakukan oleh mahasiswa peserta PMW kecuali yang telah mengikuti program Co-op, KKU atau program kewirausahaan yang sejenis.
C. Menjalankan Usaha
1. Pencairan modal
Perlu ada suatu mekanisme dalam pencairan dan monitoring pemanfaatan dana oleh mahasiswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
a. Pencairan modal hanya bisa dilakukan apabila sudah ada penetapan dari pimpinan perguruan tinggi/Kopertis mengenai nama-nama peserta/ pemenang hibah PMW;
b. Perlu ada perjanjian kerja antara mahasiswa dan pihak perguruan tinggi/Kopertis yang berisi tentang hak dan kewajiban peserta serta sanksi yang diberikan apabila mahasiswa tidak melaksanakan usaha sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani;
c. Untuk mempermudah pengawasan, pencairan hendaknya dilakukan minimal 2 (dua) tahap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya;
d. Pencairan dana tahap kedua dan berikutnya dapat dilakukan apabila mahasiswa telah melengkapi semua bukti pengeluaran dana sebelumnya sekaligus melaporkan perkembangan usahanya.
2. Pendampingan
a. Kriteria pemilihan pendamping/mentor
Kriteria pemilihan mentor dipilih berdasarkan:
1) kualifikasi atau pengetahuan tentang bidang usaha yang dijalankan mahasiswa
2) latar belakang wirausaha yang dimiliki oleh mentor,
13
3) jejaring bisnis atau relasi yang dimiliki mentor yang berkaitan dengan UKM binaan mentor
4) keseriusan mentor dalam menangani usaha mahasiswa, dan
5) pengalaman dan pelatihan mentor yang diperoleh sesuai dengan program PMW.
b. Metode Pendampingan
Pendampingan UKM dilakukan oleh mentor dan pengelola untuk memfasilitasi:
1) pertemuan terjadwal antara kelompok usaha dengan mentor di lokasi usaha atau di perguruan tinggi
2) pertemuan terjadwal antara pengelola dengan seluruh mentor dan kelompok usaha untuk menyampaikan berbagai kendala dan memfasilitasi terjalinnya jejaring antarkelompok usaha
Mentor dapat berasal dari perguruan tinggi dan atau kalangan dunia usaha.
Peran mentor dari perguruan tinggi diantaranya adalah:
1) melakukan pendampingan
2) melakukan mediasi antara pengusaha/UKM dan mahasiswa
3) menerima konsultasi mahasiswa.
Peran mentor dari kalangan dunia usaha diantaranya adalah:
1) melakukan bimbingan dan pendampingan usaha secara praktis,
2) memberikan umpan balik, saran-saran pengembangan usaha dan
3) menjadi mitra usaha mahasiswa peserta program.
Jiwa entrepeneur/wirausaha yang dipantau dan dibina selama mentoring diantaranya adalah motivasi, daya juang, tanggung jawab, kerjasama, komunikasi dan lain-lain. Pemantauan kinerja usaha dilihat antara lain dengan laporan cash flow usaha, jangkauan pasar, jejaring bisnis, jumlah dan kualitas tenaga kerja yang memadai, peningkatan omset dan aset.
Deskripsi peran mentor adalah:
1) memberikan motivasi berwirausaha,
2) memberikan alternatif pemecahan terhadap permasalahan yang dihadapi mahasiswa baik permasalahan usaha maupun permasalahan pribadi yang berpengaruh terhadap keberhasilan usaha,
3) apabila diperlukan memfasilitasi/memediasi mahasiswa dengan pihak lain dalam rangka pengembangan usaha, dan
4) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap peningkatan jiwa entrepreneurship dan kinerja usaha.
14
Dalam jangka waktu tertentu perlu diadakan rapat mentor yang akan membahas:
1) perkembangan usaha secara keseluruhan,
2) sharing informasi antar mentor,
3) kemungkinan sinergi usaha antarkelompok usaha mahasiswa.
Berbagai alat bantu yang digunakan dalam kegiatan mentoring antara lain:
1) Rencana Anggaran Biaya dan Rencana Kerja yang telah dibuat di awal program,
2) hasil psikotes (bila ada), sebagai dasar untuk memberikan arahan yang tepat, dan
3) laporan bulanan perkembangan usaha.
Tabel 3 Contoh format rencana kerja
Kegiatan
Bulan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Tabel 4 Contoh format rencana anggaran biaya
Jenis Pengeluaran
Jumlah pengeluaran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
3. Monitoring dan Evaluasi Usaha
Monitoring merupakan upaya untuk menjaga agar kegiatan usaha mahasiswa sesuai dengan rencana dan tujuan yang hendak dicapai. Kegiatan monitoring dilakukan oleh pengelola atau tim yang dibentuk khusus oleh pimpinan perguruan tinggi dengan melakukan kunjungan ke tempat usaha mahasiswa. Tim ini harus memberikan laporan yang berupa status usaha, permasalahan dan rekomendasi perbaikan usaha maupun rekomendasi perbaikan pelaksanaan program.
Adapun tujuan dari monitoring adalah untuk mengetahui :
a. Keberadaan usaha (mengecek ada tidaknya usaha, kejelasan kepemilikan usaha)
b. Kondisi usaha yaitu keadaan usaha, sudah berjalan atau belum berjalan
c. Prestasi yang dicapai terkait dengan omset, aset, penyerapan tenaga kerja, kondisi keuangan, jangkauan pasar, dan jumlah variasi inventori produk.
15
d. Hal-hal yang unik meliputi proses produksi, pemasaran / periklanan, dan penerapan teknologi yang dilakukan dalam inovasi bisnis yang dijalankan.
e. Permasalahan yang dihadapi:
 permasalahan umum: penggunaan dana, kesesuaian waktu dengan rencana, tempat usaha.
 permasalahan khusus: lebih ke dalam masalah internal UKM itu sendiri, contoh: perselisihan dalam pengelolaan usaha. Dokumen yang perlu dikumpulkan dalam proses monitoring usaha adalah profil usaha mahasiswa, laporan perkembangan usaha bulanan, dokumentasi (foto-foto atau video lokasi, aktivitas usaha, produk dll.)
Secara keseluruhan, tata waktu pelaksanaan PMW disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5 Tata waktu pelaksanaan
No
Tahap/Kegiatan
Jangka Waktu
Keterangan
1
Persiapan
 Penyiapan Tim Pelaksana
 Sosialisasi
 Seleksi
Maksimal 2 bulan
Maret-April
2
Pembekalan
 Pelatihan
 Magang
Maksimal 3 bulan
April-Juni
3
Pelaksanaan
 Pencairan modal
 Pendampingan
 Monitoring dan Evaluasi Usaha
Minimal 5 bulan – selesai
Terhitung sejak dana diterima oleh mahasiswa, dengan
Pencairan modal awal paling lambat bulan Juli
16
BAB VI
SKEMA PEMBIAYAAN DAN MODAL USAHA
A. Skema Pembiayaan
Sumber pembiayaan program yang utama berasal dari APBN dengan alokasi anggaran untuk:
1. Pengelolaan,
2. Pelatihan, dan
3. Modal usaha (sekurang-kurangnya 70%).
Rincian masing-masing adalah sebagai berikut:
1. Pengelolaan program oleh Perguruan Tinggi, meliputi:
a. Kesekretariatan (ATK)
b. Sosialisasi program kepada Mahasiswa dan pengusaha UKM/UMKM
c. Seleksi Mahasiswa
d. Seleksi UKM/UMKM mitra
e. Lokakarya-lokakarya
f. Monitoring pelaksanaan program
g. Evaluasi pelaksanaan program
2. Pelatihan Kewirausahaan serta Magang, meliputi :
a. Pelatihan Kewirausahaan
b. Seleksi Rencana Bisnis (Business Plan)
c. Pendampingan oleh Mentor Perguruan Tinggi
d. Pendampingan usaha oleh UKM/UMKM
3. Bantuan modal usaha untuk memulai bisnis (start-up business) (sekurang-kurangnya 70%). Besarnya dana tergantung pada jenis usaha dan rencana bisnis yang diajukan mahasiswa.
B. Modal Usaha
1. Bantuan modal usaha sebesar maksimum Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah/mahasiswa) dan maksimum Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah/kelompok terdiri atas 5 mahasiswa) yang akan dipergunakan untuk modal usaha awal (start-up) para mahasiswa
2. Setiap peserta hanya diperbolehkan menerima modal usaha sebanyak 1 (satu) kali. Penambahan modal pada tahun berikutnya dimungkinkan apabila terdapat rencana bisnis yang diusulkan oleh peserta/mahasiswa yang berbeda yang diajukan untuk pengembangan bisnis yang telah ada/berjalan.
17
3. Setiap perguruan tinggi diberikan kewenangan untuk mengelola dana modal usaha tersebut secara bertanggung jawab, efektif dan efisien. Dana yang diberikan kepada mahasiswa dapat bersifat hibah atau bergulir. Pengelola harus membuat instrumen yang dapat menjamin efektifitas dan efisiensi penggunaan dana.
Skema bergulir memerlukan pengaturan yang jelas mengenai mekanisme perguliran, rekening penampung, sanksi yang diberikan apabila tidak mengembalikan, metode penetapan sasaran penerima selanjutnya yang semuanya dituangkan dalam surat keputusan pimpinan perguruan tinggi. Oleh karena program ini dirancang untuk membekali para mahasiswa memiliki sikap mental wirausaha, maka segala aktivitas yang dilakukan oleh para mahasiswa peserta program harus akuntabel dan sejalan dengan semangat wirausaha.4
4. Untuk menunjang keberlanjutan program dan modal kerja yang telah diberikan, maka setiap bulan mahasiswa wajib melaporkan kegiatan usahanya secara singkat yang meliputi penggunaan dana, proses produksi dan atau hasil penjualan. Kemudian pada bulan ke-5 mahasiswa peserta program melaporkan perkembangan usahanya secara lebih terperinci kepada perguruan tinggi pengelola program. Pada bulan November atau Desember dapat dilakukan pameran bersama semua mahasiswa PMW tahun berjalan dan juga peserta PMW sebelumnya di universitas sebagai satu kegiatan ekspo usaha mahasiswa perguruan tinggi, yang dapat menjadi acuan untuk keberhasilan di tingkat nasional.
4 Pemberian hibah modal usaha kepada mahasiswa peserta program pada hakekatnya kurang tepat dan cenderung memberikan peluang kepada mahasiswa kurang memiliki rasa tanggungjawab. Oleh karena itu, modal usaha seharusnya bukan bersifat Hibah
18
BAB VII
PIHAK YANG TERLIBAT DAN PERAN MASING-MASING
Dalam program ini terdapat 5 (lima) pihak yang terlibat secara aktif dengan peran sebagai berikut:
A. Perguruan Tinggi sebagai pengelola program melakukan:
1. Sosialisasi program kepada mahasiswa dan pengusaha UKM/UMKM
2. Identifikasi dan seleksi mahasiswa dan pengusaha UKM/UMKM
3. Kegiatan pembekalan kewirausahaan
4. Kegiatan mentoring, monitoring dan evaluasi program
5. Pelaporan kegiatan
B. Mahasiswa peserta PMW wajib:
1. Mengikuti seleksi
2. Mengikuti pembekalan
3. Melaksanakan magang di ukm
4. Menyusun rencana bisnis
5. Mendirikan dan menjalankan usaha
6. Menandatangani perjanjian dengan perguruan tinggi pelaksana untuk memberikan bantuan modal kerja bagi mahasiswa pmw selanjutnya
7. Membuat laporan reguler mengenai perkembangan usaha
C. Dosen/Mentor melakukan:
1. Pendampingan
2. Mediasi antara UMKM/UKM dan mahasiswa
3. Mentoring, monitoring dan evaluasi kegiatan mahasiswa
4. Pelayanan konsultasi pada mahasiswa
D. Pengusaha (UKM/UMKM):
1. Melakukan bimbingan dan pendampingan usaha secara praktis
2. Memberikan saran-saran pengembangan usaha
19
BAB VIII
INDIKATOR KEBERHASILAN PROGRAM
Keberhasilan program dapat dilihat tercapai-tidaknya tujuan program yang terdiri dari
1. Mahasiswa yang terlibat dan unit bisnis yang berhasil dikembangkan;
2. Terbentuk dan berkembangnya model pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi; dan
3. Terbentuk dan berkembangnya kelembagaan pengelola kewirausahaan.
A. Mahasiswa Wirausaha dan Unit Bisnis
1. Mahasiswa Wirausaha
a. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa
b. Terbentuknya jejaring bisnis.
2. Unit Bisnis
a. Meningkatnya jangkauan pasar
b. Terkendalinya kelancaran cash flow
c. Meningkatnya jumlah dan kualitas tenaga kerja
d. Meningkatnya omzet dan asset
e. Meningkatnya jumlah dan variasi inventori.
B. Model Pendidikan Kewirausahaan
1. Pendidikan dan pelatihan kewirausahaan
2. Keterlibatan berbagai pihak yang relevan dan mendukung dalam pelaksanaan program
C. Lembaga Pengelola Kewirausahaan Perguruan Tinggi
1. Jumlah mahasiswa yang terlibat
2. Jumlah mahasiswa yang memulai bisnis (business start-up)
3. Jumlah unit bisnis yang berhasil diciptakan dan dikelola oleh mahasiswa
4. Keberlanjutan program kewirausahaan
5. Jumlah pengusaha yang terlibat dan tingkat kepuasan mereka terhadap pelaksanaan PMW
6. Efektifitas dan efisiensi penggunaan dana
7. Eksistensi lembaga pengelola kewirausahaan
20
BAB IX
PELAPORAN, MONITORING DAN EVALUASI
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan akan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PMW di perguruan tinggi. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan akan membentuk tim yang terdiri atas unsur pakar, pengawas, dan pimpinan serta staf pada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk melakukan monitoring dan evaluasi baik yang didasarkan atas laporan maupun melalui tinjauan lapang.
A. Tujuan Pelaporan
Laporan pelaksanaan PMW bertujuan untuk mengetahui:
1. Kinerja pelaksanaan PMW;
2. Tingkat kesiapan dan kemampuan Perguruan Tinggi pelaksana dalam implementasi program;
3. Model / pola pelaksanaan PMW di setiap Perguruan Tinggi; dan
4. Umpan balik (feed back) pelaksanaan PMW oleh Pimpinan perguruan tinggi, tim pelaksana PMW, mentor, mahasiswa dan pengusaha, khususnya UKM/UMKM.
B. Jenis Pelaporan
Laporan kegiatan terdiri atas dua laporan sesuai dengan waktu pelaksanaannya yaitu: (1) Laporan Kemajuan, dan (2) Laporan Akhir.
Laporan Kemajuan menjelaskan perkembangan kinerja dan kegiatan semester pertama tahun berjalan. Laporan Akhir menjelaskan tingkat keberhasilan secara menyeluruh sampai akhir tahun pelaksanaan program.
C. Garis Besar Dan Format Laporan
1. Garis besar Laporan
Garis besar laporan mengikuti tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi:
a. Ringkasan eksekutif
b. Persiapan (sosialisasi, seleksi dan tim pelaksana)
c. Pembekalan dan atau Pelatihan
d. Magang
e. Seleksi rencana bisnis
f. Pelaksanaan Usaha (pencairan modal kerja, pendampingan terpadu, monitoring dan evaluasi).
Garis besar laporan selengkapnya disajikan pada lampiran
21
2. Format Laporan
a. Sampul Muka
Kertas ukuran A4 dengan sampul muka berwarna biru dengan format berikut:
Logo Perguruan Tinggi
LAPORAN AKHIR/KEMAJUAN
PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW)
<NAMA PERGURUAN TINGGI>
<Nama Ketua Pelaksana Program>
<Unit Pelaksana Program di Perguruan Tinggi>
<NAMA PERGURUAN TINGGI>
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
22
b. Lembar Pengesahan
Halaman Pengesahan
1.
Ketua Tim Pelaksana
a. Nama
b. NIP
c. Jabatan/Golongan
d. Unit Pelaksana
e. Perguruan Tinggi
f. Alamat Kantor
g. Telepon/HP/Faks/E-mail
:
:
:
:
:
:
:
2.
Pelaksanaan
a. Jumlah mahasiswa peserta
b. Jumlah usaha individual
c. Jumlah usaha kelompok
d. Jumlah dana PMW dari DIKTI
e. Jumlah dana PMW yang digunakan:
● modal kerja mahasiswa
● pengelolaan program
:
:
:
:
:
:
:
Kepala Satuan Pelaksana
tanda tangan
Nama jelas, NIP
Kota, tanggal bulan tahun
Ketua Tim Pelaksana
Tanda tangan
Nama jelas, NIP
Mengetahui
Pimpinan Perguruan Tinggi
Cap dan tanda tangan
Nama Jelas, NIP
23
c. Jadwal Penyerahan Laporan
Laporan Kemajuan dikirimkan ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi paling lambat Akhir Agustus. Laporan Akhir diterima Ditjen Dikti paling lambat tanggal 15 Desember. Masing-masing laporan diserahkan 1 (satu) eksemplar dan disertai dengan soft copy dalam bentuk CD ke alamat:
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Gedung D Lantai 7
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud
Jalan Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Jakarta 10270
Email: subditmawa@dikti.go.id
3. Tindak Lanjut
Sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program, Tim DIKTI akan melakukan kunjungan lapangan. Jadwal pelaksanaan kunjungan lapangan akan diberitahukan kemudian. Dalam kunjungan lapang dilakukan (i) wawancara dengan pimpinan perguruan tinggi, pelaksana program, mahasiswa peserta program dan mentor, dan (ii) peninjauan ke lokasi usaha mahasiswa.
Hasil evaluasi laporan dan kunjungan lapang menjadi dasar bagi Direktorat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menilai tingkat kinerja perguruan tinggi dalam melaksanakan program ini yang berimplikasi pada pengalokasian anggaran PMW pada tahun berikutnya.
24
BAB IX
KEBERLANJUTAN PROGRAM
Untuk lebih menjamin keberhasilan dan keberlanjutan PMW, perguruan tinggi pelaksana harus mempunyai lembaga yang tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) mengelola (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi) dan mengembangkan (penelitian dan pengembangan) program-program pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa serta program lain yang terkait dengan hubungan antar lembaga. Lembaga dimaksud dapat bersifat formal struktural ataupun fungsional yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan perguruan tinggi. Keberadaan kelembagaan yang bertanggungjawab atas program-program pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu pertimbangan penting bagi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk memberikan dukungan kepada Perguruan Tinggi yang bersangkutan.
Usaha mahasiswa yang berjalan dengan baik dimungkinkan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari perguruan tinggi termasuk tambahan modal usaha melalui rencana usaha dari angkatan dibawahnya (tahun anggaran berikutnya) sebagai upaya untuk perluasan atau pengembangan usaha. Demikian pula bagi mahasiswa yang telah lulus tetapi berhasil menjalankan usahanya, yang bersangkutan dapat menjadi tutor atau pendamping. Mekanisme pelaksanaannya diatur oleh perguruan tinggi.
25
LAMPIRAN
26
Lampiran 1. Garis Besar Laporan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW)
HALAMAN PENGESAHAN: Ditandatangani oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
PENGANTAR:
Memuat antara lain Visi, Misi dan Kebijakan PT dalam pengembangan program Kewirausahaan dan posisi PMW ini dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa di perguruan tinggi.
I. PERSIAPAN
A. Sosialisasi program :
1. Tujuan sosialisasi
2. Isi / materi sosialisasi
3. Nara sumber
4. Jadwal pelaksanaan sosialisasi
5. Jumlah dan Kategori (Dosen, UKM, Mahasiswa dll) peserta yang diundang
6. Respon peserta menurut kategori
B. Seleksi Mahasiswa
1. Sistem seleksi
2. Metode seleksi
3. Instrumen
4. Pelaksana seleksi (kualifikasi/keahlian, institusi asal)
5. Hasil seleksi (rasio pelamar / lolos)
C. Tim pelaksana
1. Nama Lembaga Pelaksana
2. Struktur dan fungsi Lembaga Pelaksana di PT (disertai bagan)
3. Anggota (jumlah, kualifikasi/keahlian, institusi asal)
4. Pihak lain yang dilibatkan (bank, UKM, dll)
II. PEMBEKALAN PESERTA
A. Pendidikan dan Pelatihan kewirausahaan
1. Materi pembekalan
2. Lama waktu dan Jadwal pembekalan
3. Instruktur / nara sumber (kualifikasi/keahlian, institusi asal)
B. Seleksi rencana bisnis
1. Tim seleksi (kualifikasi/keahlian, institusi asal)
2. Kriteria seleksi
3. Metode seleksi
27
C. Magang
1. Ada magang atau tidak (jelaskan alasannya)
2. Kriteria pemilihan tempat magang (UKM, laboratorium, dll)
3. Lama pelaksanaan magang
III. PELAKSANAAN
A. Start-up bisnis
1. Bidang usaha
2. Peran/muatan Ipteks dalam usaha
3. Jenis inovasi (jika ada)
4. Besaran Modal usaha per unit usaha
5. Format usaha (individual, kelompok, jumlah anggota/program studi)
6. Lokasi usaha
B. Pencairan modal kerja
1. Aturan dan Prosedur pencairan dana modal kerja (disertai bagan)
2. Keterlibatan perbankan (jika ada jelaskan)
3. Keterlibatan Mentor dan pihak lain (jika ada jelaskan)
C. Pendampingan terpadu
1. Kriteria pemilihan mentor
2. Metode pendampingan
3. Peran mentor dari PT dan dari Tempat magang
D. Monitoring
1. Tujuan dan jadwal monitoring
2. Instrumen monitoring Pelaksana program kepada mahasiswa PMW
3. Pelaksana monitoring
4. Hasil Monitoring kepada Mahasiswa PMW, meliputi antara lain :
a. Pengetahuan Kewirausahaan
b. Keterampilan dan sikap Wirausaha
c. Kemampuan mengelola bisnis
d. Perkembangan bisnis
e. Jangkauan pasar lebih luas
f. Kelancaran Cash flow
g. Jumlah tenaga kerja
h. Jumlah omzet dan aset
i. Jumlah dan variasi inventori
j. Jejaring bisnis
E. Skema Pembiayaan (diperinci):
1. Pengelolaan program
2. Pendidikan/pelatihan/magang
3. Modal kerja / start-up bisnis
F. Jadwal pelaksanaan:
1. Persiapan
2. Pembekalan
28
3. Pelaksanaan
4. G. Keterlibatan Lembaga/Unit dalam PT
5. Fakultas
6. Program studi
7. Unit lain (LPPM, dsb.)
H. Keterlibatan Lembaga / Pihak di luar PT
1. Pengusaha
2. Pemerintah daerah
3. Perbankan
4. Asosiasi
5. Lembaga lain
IV. Keberlanjutan
Menjelaskan
1. Ada tidaknya lembaga khusus yang menangani PMW sesuai dengan tupoksinya atau upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka pembentukan lembaga tersebut,
2. Konsep penanganan UKM Mahasiswa pasca PMW ini, dan
3. Konsep pengembangan PMW supaya menjadi bagian integral dalam pembinaan soft skill dan kewirausahaan mahasiswa
IV. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI DAN ALTERNATIF SOLUSI
Dalam bab ini, jelaskan berbagai permasalahan yang dihadapi mulai dari persiapan awal sampai dengan pelaksanaan dan pelaporan, dan deskripsikan faktor-faktor yang turut mempengaruhi permasalahan tersebut muncul. Deskripsikan pula solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut. Daftar permasalahan beserta alternatif solusinya disusun dalam bentuk tabel.
V. PENUTUP
Berisi kesimpulan pelaksanaan program dan rekomendasi perbaikan pelaksanaan PMW di waktu yang akan datang.
29
Lampiran 2. Kelengkapan lampiran yang diperlakukan
1. Tabel jumlah mahasiswa :
● yang mendaftar
● peserta pelatihan kewirausahaan
● peserta magang
● lolos seleksi rencana bisnis
● memulai bisnis (business start-up)
2. Tabel mahasiswa PMW yang lolos seleksi/dibiayai dan menjalankan bisnis (contoh Tabel)
3. Contoh Kontrak kerja antara PT dengan mahasiswa
4. Daftar Mentor
5. Daftar Mitra lain yang terlibat (UKM, Dinas, Perbankan, dll.)
6. SK Tim pelaksana
7. SK Penetapan Mahasiswa sebagai penerima dana PMW
8. Daftar permasalahan dan alternatif solusi
30
Lampiran 3. Contoh tabel-tabel
1. Tabel Jumlah Mahasiswa
Pendaftar
Peserta Pelatihan
Magang
Lolos seleksi rencana bisnis
Memulai bisnis
2. Tabel Pelaksanaan
Alokasi Dana DIPA Untuk Persiapan dan Pembekalan :
Alokasi Dana DIPA Untuk Modal Usaha Mahasiswa :
No.
Nama Usaha
Jenis Usaha (Angka)
Perorangan/Kelompok (Angka)
Jumlah Mahasiswa Peserta
Bantuan Modal Usaha (Rp.)
Omset (Rp.)
Aset (Rp.)
Jumlah Tenaga Kerja (Orang)
L
P
3. Tabel Daftar Mentor
No
Nama
Bidang Keahlian
Jumlah Kelompok yang Ditangani
Bidang usaha dari UKM Mahasiswa
4. Tabel Daftar Mitra Kerja
No
Nama
Lembaga
Peran dalam Pelaksanaan PMW
31
Lampiran 4. Format Monitoring Kegiatan Mahasiswa Peserta PMW
1. Nama Mahasiswa
a. Ketua : …… nama………..… (Fakultas/Prog. studi)
b. Anggota : 1. … nama………….. (Fakultas/Prog studi)
2. … nama………….. (Fakultas/Prog studi)
3. … nama………….. (Fakultas/Prog studi)
4. … nama………….. (Fakultas/Prog studi)
2. Nama Kelompok usaha : …………………………………..
3. Jenis Usaha : ……………………………………
4. Alamat lokasi usaha : …………………………………….
5. Kapan mulai usaha : …………………………………….
6. Jumlah tenaga kerja : ______ orang
7. Omzet penjualan : Rp. __________________ /bulan (rata-rata)
8. Jenis dan jumlah inventori (barang yang dipasarkan) :
a. …………………
b. …………………
c. …………………
d. …………………
9. Jangkauan pasar
a. Jumlah pelanggan : ______ orang
b. Wilayah pelanggan (sebutkan dimana saja) : ___________________
10. Dana PMW yang diterima : Rp. _______________________
Alokasi Penggunaan dana :
a. Investasi (Fix aset) seperti sewa alat/tempat/dsb.: Rp. _____________
b. Modal kerja : Rp. _____________
11. Dana saat ini :
a. Dalam bentuk aset tetap : Rp. _______________________
b. Dalam bentuk cash (bank) : Rp. _______________________
12. Kendala-kendala yang dihadapi : __________________________
13. Saran dan harapan pada :
a. Pimpinan PT :……………………………
b. Pengelola PMW : ……………………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s